
Nafsu ku masih mebuncah
Fitnah mata, telinga, mulut dan langkah masih bergelayut mesra
Satu corengan demi corengan mulai kuhapus kembali,, aku pasti mampu
Sulit memang, namun tak mengapa
Jika Cinta-Nya mengarahkan, serta Rahmat dan Ampunannya
Membimbingku kejalan petunjuknya..
Dunia membuatku terluka sangat dalam
Harapan kosong, angan-angan melambung tinggi seakan meledak pada waktu yang sudah ditentukan
Alhamdulillah bimbinganNya masih menyelamatkan Jiwa dan Tubuhku
Rasa malu menatap matahari pada pagi, saat dosa-dosa masa lalu berkelebat lewat
Seakan tertawa.. Munafik dirimu!!!
Ya Rabbku, jika bukan karena ampunanMu aku tidak mungkin bertobat
bimbinganMu seperti pahitnya Obat yang harus ku telan, namun ku yakin terasa manis akhirnya
Selangkah, demi selangkah.. Aku mencoba menjauhi kebiadaban nafsu diri.. Lapangkanlah jalanku ??
Aku ingin merasakan rindu yang teramat rindu pada Mu, pada Rasul-Mu, dan Ulil Amri
Bukan hanya singgah pada kerinduan sesaat namun untuk kerinduan selamanya..
Ya Rabb, Engkau menutup rapi Aib-ku.. Lumuran cacatku karena nafsu dunia
… sesaat membuatku lupa akan pengawasan ketatMu
Hanya Ampunanmu tempatku menuju..
Alhamdulillah,… Sujud dan Syukurku Pada RahmatMu
Note :Tuesday, August 26, 2008 |11:03 PM
